Kanker Seviks

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area serviks atau leher rahim. Kanker ini merupakan kanker No.2 yang terbanyak terjadi pada para perempuan di dunia.

Setiap 2 menit, seorang perempuan meninggal karena kanker serviks

Indonesia peringkat ke-3 kanker leher Rahim di seluruh dunia (Globocan 2018). Di Indonesia, kanker leher rahim menjadi Kanker Pembunuh No.1 para perempuan Indonesia.

Setiap 1 jam, seorang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks

 

Mengapa?  Karena 50% pasien yang datang ke medis itu sudah dakam tahap stadium lanjut  (stadium IIIB) (data INASGO 2018)

 

Penyebab kanker serviks

99,7% Kanker serviks disebabkan oleh HPV Onkogenik diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18.

HPV 16 &18 merupakan penyebab utama pada 70 % kasus kanker serviks di dunia

 

Siapa yang berisiko terkena kanker serviks?

  • Faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain karena:
  • Aktivitas seksual pada usia muda
  • Berhubungan seksual dengan multipartner
  • Merokok
  • Mempunyai anak banyak
  • Sosial ekonomi rendah
  • Pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif)
  • Penyakit menular seksual
  • Gangguan imunitas, khususnya defisiensi Vit A, C dan E

 

 

Gejala Kanker Serviks

Pada umumnya, kanker serviks belum/tidak memberikan gejala pada stadium dini. Gejala tertentu mulai tampak ketika kanker sudah menginvasi tubuh. Waspadai dan segera melakukan pemeriksaan ke medis, bila Anda mengalami gejala berikut ini:

  • Perdarahan melalui vagina, terutama setelah bersenggama
  • Keputihan berbau tidak sedap, bercampur darah
  • Nyeri panggul
  • Tidak dapat buang air kecil

 

PENTING! Deteksi Dini kanker Serviks

Bibit kanker menginvasi leher rahim tidak terjadi secara tiba-tiba. Melewati jangka waktu yang panjang dari adanya perkembangan sel tidak normal (belum tentu kanker) di area leher rahim hingga menjadi sel kanker (3-17 tahun). Karena itu kanker serviks sebenarnya merupakan kanker yang paling dapat dicegah untuk tidak diderita pada stadium lanjut. Namun, untuk itu Anda harus rutin melakukan  deteksi dini.

 

Manfaatnya adalah penyakit kanker ini ditenemukan pada tahap penyakit sebelum parah. Terlebih risiko terkena kanker serviks 5 kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak di skrining.

 

Deteksi kanker serviks dilakukan dengan:

  • Tes Pap (Papsmear test) tersedia di klinik atau Rumah sakit  yang menyediakan test
  • Atau melakukan IVA Test. Khusus untuk IVA Test ini sudah disediakan pemerintah pada tingkat Puskesmas dengan biayanya yang sangat terjangkau, mudah dan hasil segera bisa diketahui.

 

Cegah dengan Vaksinasi HPV

Deteksi dini memang tidak dapat mencegah infeksi HPV. Setiap perempuan berisiko terkena HPV penyebab kanker serviks. Diperkirakan 50-80% Perempuan yang aktif secara seksual mengalami infeksi HPV dalam hidupnya tanpa disadari. Meskipun 90% infeksi itu dapat hilang dengan kekuatan daya tahan tubuh.

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Untuk itu, Anda memerlukan proteksi diri dari kanker melalui vaksinasi HPV. Vaksin HPV efektif mencegah infeksi HPV onkogenik tipe 16 dan 18 yang merupakan tipe penyebab kanker serviks.  Vaksin HPV tipe 16 & 18 berpotensi mencegah lebih dari 70% kasus kanker serviks.

 

Siapa yang bisa melakukan vaksin HPV?

  • Vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 10 – 55 (panduan Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia)
  • Jadwal pemberian: 3 dosis (bulan ke-0, 1 dan 6)

 

Pengobatan kanker serviks

Pengobatan kanker serviks terdiri dari:

  • Bedah
  • Radioterapi
  • Kemoterapi

Sumber: makalah presentasi Cegah Kanker Serviks dengan Periksa IVA dan tentang Kanker Leher Rahim dalam acara Training Of Speakers sebagai rangkaian WORLD CANCER DAY 2019 yang diselenggarakan oleh KPKN, Kemenkes RI, RSCM, FKUI

 

 

POST POPULER

POST TERBARU

4+1=